::

Navbar Bawah



Halaman

Tampilkan postingan dengan label ILMU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILMU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 April 2019

Cara Mengatasi Lupa Password Facebook Agar Bisa Masuk Lagi

Hasil gambar untuk hack facebook
Salah satu alasan kenapa kamu tidak dianjurkan membuat password Facebook yang sulit adalah karena bisa saja kan suatu waktu kamu lupa dengan password akun Facebook tersebut. Password-nya tergolong yang sulit diingat. Akan tetapi, kamu juga nggak dianjurkan untuk membuat password mudah seperti menggunakan nama sendiri.

Karena, dengan membuat password yang mudah, bisa saja akun Facebook kamu akan di-hack oleh orang lain. Jika sudah di-hack, maka akan sangat sulit sekali untuk mengembalikan akun Facebook yang di-hack.

Oleh sebab itu, kamu harus tau dulu ya cara membuat password yang benar dan juga aman. Lantas, bagaimana dong cara mengatasi lupa password Facebook supaya bisa login atau masuk lagi?

Nah, kamu tenang aja gaes! Berikut ini kita bakalan bahas gimana sih cara mengatasi lupa password Facebook agar kamu bisa login atau masuk lagi. Jadi, simak baik-baik ya gaes!


Cara Mengatasi Lupa Password Facebook di Android dengan Mudah

Buat kamu yang ingin membuka Facebook yang lupa password tenang aja, kamu bisa langsung ikuti langkah-langkah berikut ini untuk mereset password akun Facebook kamu!
Pertama, buka browser di Android dan kunjungi situs ‘Facebook‘ seperti biasa > Kemudian coba kamu masukkan email atau username Facebook dan tap link ‘Lupa Kata Sandi?‘ yang berada di bawah form.


Tap Link ‘Lupa Kata Sandi?’
Read More --►

Kamis, 15 Februari 2018

Tingkat adopsi Petani dalam Pengelaloaan Tanaman Terpadu Padi di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo


I. PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang 


Tanaman pangan, khususnya padi merupakan tanaman pokok yang diusahakan oleh sebagian besar petani di Indonesia. Padi merupakan bahan makanan yang menghasilkan beras. Bahan makanan ini merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Dalam upaya memenuhi kebutuhan beras dari produksi dalam negeri, pemerintah mencanangkan program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) yang diimplentasikan pada periode 2007-2009. Melalui program ini, produksi beras ditargetkan meningkat lima persen atau setara 2 juta ton per tahun. Salah satu strategi yang ditempuh adalah pada tahun 2008 diharapkan dapat terselenggara Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) di 60.000 unit. Strategi ini diharapkan dapat memperluas penyebaran pengelolaan tanaman terpadu (PTT) yang akan berdampak terhadap percepatan implementasi program P2BN (Deptan, 2008).


Konsepsi tentang pendekatan PTT telah disosialisasikan sejak tahun 2001, bahkan PTT telah masuk ke areal program PMI (Peningkatan Mutu Intensifikasi) sejak 2003. Namun demikian PTT diintepretasikan berbeda, dan tidak segera dipahami oleh praktisi yang telah terbiasa menerapkan anjuran paket teknologi secara umum (blanked recommendation). Karena itu pengertian dan penerapan PTT perlu disosialisasikan secara intensif (Makarim, et al, 2004). Sosialisasi mengenai penerapan PTT dilakukan melalui pendekatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT).


SLPTT berfungsi sebagai pusat belajar pengambilan keputusan para petani atau kelompok tani, sekaligus tempat tukar menukar informasi dan pengalaman lapangan, pembinaan manajemen kelompok serta sebagai percontohan bagi kawasan lainnya. SLPTT merupakan sekolah lapang bagi petani dalam menerapkan berbagai teknologi usahatani melalui penggunaan input produksi yang efisien menurut spesifik lokasi, sehingga mampu menghasilkan produktivitas tinggi dalam menunjang peningkatan produksi secara berkelanjutan.


Dalam SLPTT petani dapat belajar di lapangan melalui pembelajaran dan penghayatan langsung (mengalami, mengungkapkan, menganalisis, menyimpulkan dan menerapkan, menghadapi dan memecahkan masalah-masalah terutama dalam hal teknik budidaya) dengan mengkaji bersama berdasarkan spesifik lokasi, yakni dengan memperhatikan karakteristik setiap daerah yang satu dengan yang lainnya. Dengan demikian diharapkan petani menjadi lebih terampil dan mampu mengembangkan usahataninya dalam rangka peningkatan produksi tanaman pangan nasional serta untuk meningkatkan kesejahteraan dirinya sendiri dan keluarga mereka. Namun demikian wilayah di luar SLPTT harus tetap dilakukan pembinaan sehingga produksi dan produktivitas tetap dapat meningkat (Dinas Pertanian Sukoharjo, 2008).


Pendekatan model PTT padi mempunyai banyak kelebihan, antara lain: permasalahan yang ada pada lokasi pengembangan diungkap bersama antar petani, penyuluh dan peneliti, selanjutnya dievaluasi dan dirumuskan pemecahannya dalam bentuk kegiatan pengembangan (demplot) yang dilakukan langsung oleh petani. Masalah-masalah yang belum terjawab atau mungkin terjadi akan dijawab dalam bentuk penelitian komponen teknologi (Zairin dan Toha, 2005). Dengan demikian paket teknologi harus dirakit secara insitu dengan mengutamakan introduksi dan renovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan petani sehingga petani akan berpartisipasi secara aktif. Selain itu juga memperhatikan pengaruh interaksi dan efek sinergisme antar komponen teknologi yang diterapkan. Tingkat produksi dan keuntungan ekonomi dengan rasionalisasi input serta kelestarian lingkungan (zero waste) akan menjadi pertimbangan utama (Toha, 2005).


Menurut Toha (2005), komponen teknologi PTT harus saling melengkapi, bila perlu dilihat kemungkinan adanya efek sinergisme antar komponen. Teknologi yang diterapkan tidak saling bertentangan atau antagonis satu dengan yang lainnya. Paket teknologi disusun untuk memecahkan masalah (bila ada) serta sesuai dengan karakterisasi lokasi setempat dan kondisi sosial ekonomi petani. Secara utuh komponen teknologi disusun untuk mengoptimalkan sumberdaya setempat, dapat menjaga kelestarian lingkungan dan dapat menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan.


Alasan pemilihan lokasi penelitian di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo karena Kecamatan Sukoharjo merupakan salah satu kecamatan yang menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). Selain karena kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Kecamatan Sukoharjo sudah maju juga karena penyelenggaraan SLPTT di Kecamatan tersebut merata. Setiap desa di kecamatan Sukoharjo masing-masing menyelenggrakan kegiatan SLPTT.

B. Perumusan Masalah 


Read More --►

SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN PENELITIAN

Dalam penelitian kuantitatif, peneliti akan menggunakan instrumen untuk pengumpulkan data, sedangkan dalam penelitian kualitatif-naturalistik, peneliti akan lebih banyak menjadi instrumen, karena dalam penelitian kualitatif peneliti merupakan key instruments.

Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti. Dengan demikian jumlah instrumen yang akan digunakan untuk penelitian akan tergantung pada jumlah variabel yang akan diteliti. Instrumen Penelitian digunakan untuk melakukan pengukuran dengan tujuan menghasilkan data kuantitatif yang akurat, maka setiap instrumen harus mempunyai skala.

A. Macam-macam Skala Pengukuran

Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur.sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. Sebagai contoh, misalnya timbangan emas sebagai instrumen untuk mengukur berat emas, dibuat dengan skala mg dan akan menghasilkan data kuantitatif berat emas dalam satuan mg bila digunakan untuk mengukur, meteran sebagai instrumen untuk mengukur panjang dibuat dengan skala mm, dan akan menghasilkan data kuantitatif panjang dengan satuan mm.

Berbagai skala sikap yang dapat digunakan untuk penelitian administrasi, pendidikan dan sosial antara lain:


1. Skala Likert

2. Skala Guttman

3. Rating Scale

4. Semantic Deferential


Kelima jenis skala tersebut bila digunakan dalam pengukuran, akan mendapatkan data interval, atau rasio. Hal ini akan tergantung pada bidang yang akan diukur.


1. Skala Likert

Read More --►

PROPOSAL USAHA BUDIDAYA PENGGEMUKAN ITIK HERBAL



 
PROPOSAL

USAHA BUDIDAYA PENGGEMUKAN ITIK HERBAL



DISUSUN OLEH :
Agung Cahya Budy
Duta Alfalah
Nur Wahid Aziz



LABORATORIUM AGRIBISNIS
JURUSAN PENYULUHAN PETERNAKAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MAGELANG
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN
TAHUN 2015
Read More --►

Perencanaan Pemberdayaan Gapoktan “Setia Tani” Di Desa Tampirwetan Kecamatan Candimulyo


TUGAS KELOMPOK

PERENCANAAN PEMBANGUNAN WILAYAH PEDESAAN

Perencanaan Pemberdayaan Gapoktan “Setia Tani” 
Di Desa Tampirwetan Kecamatan Candimulyo


Dosen Pengampu : 

Nirboyo Soeharso, BA., S.Pd., M.M




Oleh :

Agung Cahya Budy
Irawati
Nurul Fatonah
Riski Kurniawan
Surya Abdi Nugroho







KEMENTERIAN PERTANIAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MAGELANG
JURUSAN PENYULUHAN PETERNAKAN
2017
Read More --►

PEMBUATAN PGPR DAN APLIKASINYA PADA TANAMAN SAWI


LAPORAN PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI
PEMBUATAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTER (PGPR) DAN APLIKASINYA PADA TANAMAN SAWI


Dosen Pengampu :
Ir. Andang Andiani Listyowati, M.Si




Oleh :
Agung Cahya Budy
Alip Maryono
Aqib Nasirudin
Fabiana Mentari Putri Wijaya





















KEMENTERIAN PERTANIAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MAGELANG
JURUSAN PENYULUHAN PETERNAKAN
2018
Read More --►
INFO

WELCOME

Selamat datang di blog saya yang sederhana ini... semoga blog ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.. " Tak ada gading yang tak retak " kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan.. Terima kasih atas kunjungan anda :D

[ About Me ]

Nama : Agung Cahya Budy

Umur : 20 Tahun

Instagram : agung_cb

Whatsapp : 085 743 800 806

Pin BBM : 587610E8