::

Navbar Bawah



Halaman

Sabtu, 17 Maret 2018


MAKALAH

PERANAN ETIKA DALAM BERKEHIDUPAN DI KAMPUS



Dosen Pengampu: Dr. Ir. Zainal Arifin, MS



Oleh:
Agung Cahya Budy
06 2 4 14 515











KEMENTERIAN PERTANIAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MAGELANG
JURUSAN PENYULUHAN PETERNAKAN
2018
Read More --►

Kamis, 22 Februari 2018

MACAM-MACAM PENYAKIT HEWAN







Penyakit hewan (Animal Disease) merupakan satu komponen yang harus mendapat perhatian dalam pemeliharaan hewan atau usaha peternakan. Keberhasilan memelihara hewan atau suatu usaha peternakan kadang bisa terhalang oleh hanya satu macam penyakit saja yang tidak bisa diatasi.

DEFINISI

Sakit adalah perasaan tidak nyamannya badan /dan atau anggota badan atau organ yang diakibatkan oleh sesuatu hal yang mengganggu fungsi tubuh /dan atau anggota badan atau organ yang menimbulkan gejala tidak normalnya status kesehatan yang bersangkutan.

Menurut KBBI 2016, arti kata Sakit adalah berasa tidak nyaman di tubuh atau bagian tubuh karena menderita sesuatu (demam, sakit perut, dan sebagainya). Dan menurut Wikipedia 2016, Sakit adalah persepsi seseorang (makluk) bila merasa kesehatannya terganggu. Sakit adalah keadaan tidak enak baik secara mental maupun fisik.

Penyakit adalah sesuatu (penyebab) yang bisa mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan suatu individu yang diakibatkan baik oleh kondisi fisik maupun psikis baik berupa agen penyakit infeksius maupun penyakit non infeksius.

Menurut KBBI 2016, Penyakit adalah sesuatu yang menyebabkan terjadinya gangguan pada makhluk hidup; atau angguan kesehatan yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau kelainan sistem faal atau jaringan pada organ tubuh (pada makhluk hidup). Dan menurut Wikipedia 2016, Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap orang /hewan yang dipengaruhinya.
Read More --►

OBAT DAN PENGOBATAN PADA PENYAKIT HEWAN





Pada prinsipnya bahan kimia sebagai obat adalah racun,namun bahan kimia ini apabila diberikan dalam dosis yang tepat dan dapat menyebabkan hewan /manusia sembuh maka bisa disebut sebagai obat. Ketepatan dosis adalah kuncinya, oleh karena itu harus hati hati dalam melakukan pengobatan, salah dosis berarti sama dengan memberikan racun.

Pengobatan seharusnya merupakan alternatif terakhir dari semua usaha pencegahan penyakit hewan yang telah dilakukan. Untuk melakukan pengobatan seyogyanya harus dipastikan (lakukan diagnosa) terlebih dahulu apa sebenarnya penyebab sakitnya hewan, apakah disebabkan oleh: 1. Tantangan biologis /infeksius (bakteri, protozoa, jamur, cacing, virus dll); 2. Tantangan phisik /non infeksius (cuaca, musim, akibat transportasi, perlakuan di kandang, dll); 3. Tantangan kimia /non infeksius (keracunan bahan kimia tertentu, keracunan makan dll); 4. Dll.

Setelah penyebabnya dapat dipastikan (definitif) kemudian baru dilakukan pengobatan (therapy) dengan prinsip pengobatan sebagai berikut: 1. Obati (atasi) penyebab penyakitnya; 2. Ringankan penderitaannya dengan mengatasi gejala penyakitnya; 3. Pulihkan kondisinya.

Obat obatan kimiawi yang dapat digunakan untuk memberantas penyakit infeksi akibat mikroorganisme (bakteri, fungi, virus, protozoa dan terhadap infeksi cacing) diantaranya: 1. Antibiotika; 2. Sulfonamida dan kuinolon-kuinolon; 3. Antimimotika; 4. Virustatika; 5. Anti protozoa; 6. Antelmintika; 7. Dll.

Obat kimiawi untuk meringankan penderitaan ataupun untuk mengatasi gejala suatu penyakit diantaranya: 1. Anti diare; 2. Anti emetika; 4. Anti bloat (pada hewan); 4. Diuretika; 5. Anti histamin dan anti alergi; 6. Analgesika, antipiretika dan anti inflamasi; 7. Hormon; 8. Obat lokal; 9. Dll.

Obat kimiawi untuk memulihkan kondisi tubuh diantaranya: Vitamin; mineral; glukosa; dll.

Efek farmakologik obat dapat dipengaruhi oleh rute pemberian obat. Pemilihan rute pemberian obat yang sesuai, harus mempertimbangkan beberapa hal diantaranya : 1. Tujuan pengobatan /therapy (efek lokal atau sistemik?); 2. Lamanya masa kerja obat maupun kerja obat awal yang dikehendaki; 3. Sifat obat /Stabilitas obat yang melewati bagian tubuh tertentu; 4. Keamanan relatif dalam penggunaan melalui berbagai macam rute; 5. Rute yang tepat, menyenangkan /tidak menimbulkan rasa sakit; 6. Harga obat dan keuntungan pemakaiannya; 7. Keadaan /kondisi hewan (Pasien).

Rute pemberian obat pada hewan diantaranya :
Read More --►

VAKSIN PADA HEWAN




Vaksin adalah suatu produk biologis terbuat dari kuman, komponen kuman atau racun kuman (toxoid) yang telah dilemahkan atau dimatikan untuk menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu pada hewan maupun manusia. Vaksin merupakan bahan, alat dan cara untuk mencegah penyakit tertentu yang sangat efisien.

Vaksin digunakan untuk menimbulkan kekebalan aktif (mekanisme respon immun) dengan cara memasukkan (melalui mulut, hidung, mata, penyuntikan dll) kuman patogen yang mati atau dilemahkan atau dengan produk metabolismenya kedalam tubuh hewan maupun manusia. Vaksin dapat digolongkan menurut: jenis, viabilitas, komposisi dan cara pembuatannya.

Golongan vaksin menurut Jenisnya:

1. Vaksin bakterial. Adalah golongan vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh penyakit bakterial, vaksin ini terdiri dari bakteri hidup yang dilemahkan atau diinaktifkan, polisakarida dari kapsel bakteri atau fragmennya yang memiliki sifat antigen;

2. Vaksin Viral. Adalah golongan vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh penyakit virus, vaksin ini terdiri dari virus hidup yang dilemahkan atau diinaktifkan, juga fragmen virus yang memilik sifat antigen;

3 Vaksin parasiter. Adalah golongan vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh penyakit parasit, vaksin ini terdiri dari suatu protein yang terdapat dipermukaan sporozoit.

Golongan Vaksin menurut Viabilitasnya:

1. Vaksin hidup (Live attenuated vaccine). Vaksin hidup yang dibuat dari bakteri atau virus yang sudah dilemahkan daya virulensinya dengan cara kultur dan perlakuan yang berulang-ulang, namun masih mampu menimbulkan reaksi imunologi yang mirip dengan infeksi alamiah. Sifat vaksin live attenuated vaccine, yaitu: 1.a. Vaksin dapat tumbuh dan berkembang biak sampai menimbulkan respon imun sehingga diberikan dalam bentuk dosis kecil antigen; 1.b. Respon imun yang diberikan mirip dengan infeksi alamiah, tidak perlu dosis berganda; 1.c. Dipengaruhi oleh circulating antibody sehingga ada efek netralisasi jika waktu pemberiannya tidak tepat; 1.d. Vaksin virus hidup dapat bermutasi menjadi bentuk patogenik; 1.e. Dapat menimbulkan penyakit yang serupa dengan infeksi alamiah; 1.f Mempunyai kemampuan proteksi jangka panjang dengan keefektifan mencapai 95%; 1.g. Virus yang telah dilemahkan dapat bereplikasi di dalam tubuh, meningkatkan dosisi asli dan berperan sebagai imunisasi ulangan. Contoh : vaksin anthrax, vaksin hog cholera, vaksin rabies (tunggal), vaksin parvo, vaksin distemper, vaksin gumboro, vaksin newcastle disease (ND), dll.
Read More --►

FEED ADDITIVE, FEED SUPPLEMENT DAN GROWTH PROMOTOR






Feed additive, feed supplement dan growth promotor adalah komponen penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan hewan ternak selain hanya dengan pakan alaminya. Komponen ini dapat diberikan pada ternak dengan selektif dan harus mengindahkan etika kesehatan hewan demi kesehatan manusia, alam dan lingkungan secara luas.

FEED ADDITIVE

Feed additif adalah bahan pakan tambahan yang diberikan pada ternak dengan tujuan untuk meningkatkan produktifitas maupun kualitas produk. Zat additif yang diberikan pada ternak digolongkan dalam 2 jenis: 1. Additif sintetik (misalnya: antimikrobia, enzim, antioksidan, flavoring agent, dll); 2. Aditif alami (misalnya: tanaman obat dan mikroorganisme dalam kelompok bakteri maupun ragi).

Antimikrobia

Antimikrobia (antibiotika) sebagai pakan tambahan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah populasi bakteri dalam pakan, menjaga nutrisi dari perusakan pakan oleh bakteri, mengurangi infeksi subklinis pada usus. Oleh karena itu pemberian antibiotik dilakukan agar meningkatkan effisiensi pencernakan dengan tujuan untuk meningkatkan produksi pada ternak tertentu. Ada beberapa additif pakan golongan antibiotik misalnya: bambermycin, salinomycin, virginiamycin, zinc bacitracin, dll.

Enzim
Read More --►
INFO

WELCOME

Selamat datang di blog saya yang sederhana ini... semoga blog ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.. " Tak ada gading yang tak retak " kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan.. Terima kasih atas kunjungan anda :D

[ About Me ]

Nama : Agung Cahya Budy

Umur : 20 Tahun

Instagram : agung_cb

Whatsapp : 085 743 800 806

Pin BBM : 587610E8